Komponen Komunikasi Politik dan Implementasinya di Indonesia

Setelah membahas definisi dan Ruang Lingkup Komunikasi Politik, Selanjutnya Saya akan membahas mengenai Komponen Komunikasi Politik dan Implementasinya di Indonesia. Menurut Gurevith dan Blummer (1977) bahwa Komunikasi Politik memiliki empat komponen, yaitu

  1. Institusi-institusi Politik dalam aspek komunikasinya
  2. Institusi media dalam aspek politiknya
  3. Orientasi Audiens terhadap komunikasi
  4. Aspek political culture yang relevan dengan komunikasi
Apabila kita mengacu kepada teori komunikasi Haswell, yaitu who says what, in which channel, to whom, with what effect, maka komponen-komponen komuniasi politik adalah komunikator politik, pesan-pesan komunikasi politik, media komunikasi politik, khalayak komunikasi politik, dan akibat-akibat komunikasi politk.

Dalam buku "An Introduction to Political Communication", Komponen dari komunikasi politik digambarkan oleh bagan dibawah ini



Dapat ditarik kesimpulan bahwa Komponen dari Komunikasi Politik sederhananya ialah Masyarakat, Media, Sistem Politik. Tanpa adanya mereka maka Komunikasi Politik tidak akan terjadi. Komunikasi Politik berada di dalam suatu Sistem Politik. Dalam Sistem Politik, adanya Input - Proses - Output hingga Feedback. Komunikasi Politik berada di semua tahapan Sistem Politik. 

Di Indonesia, Komunikasi Politik yang dilakukan tentu memiliki komponen-komponen komunikasi politik yang dibahas sebelumnya. Dapat dicontohkan pada pilkada serentak 15 februari lalu, para pasangan calon berlomba-lomba berkampanye untuk menarik perhatian warganya. Setiap Pasangan calon memiliki strategi untuk menjatuhkan lawan, seperti dalam debat yang dapat dikatakan sebagai debat yang cukup menarik. Dalam debat ini kita dapat melihat komponen komunikasi politik yang ada. Pasangan calon gubernur adalah Sistem Politik, Masyarakat yang menonton adalah Masyarakat atau khalayak, dan Saluran TV yang menyiarkan debat adalah Media. 

Komponen-komponen Komuniakasi Politik di Indonesia dipraktekan secara maksimal namun output yang terjadi tidak sebanding dengan inputnya. Banyak aspirasi masyarakat yang tersampaikan namun tidak terlaksana. Masyarakat menggunakan media untuk melakukan komunikasi (memberikan input) kepada sistem politik. Media yang digunakan tidak lagi media konvensional seperti tv, radio, koran, melainkan media sosial yang mulai digunakan untuk melakukan komunikasi politik terhadap sistem politik. Penggunaan media sosial yang mencapai 40% dari populasi di Indonesia merupakan tanda bagaimana masyarakat di indonesia dapat memengaruhi jalannya sistem politik dengan menggunakan media sosial sebagai media untuk menyampaikan komunikasi politik terhadap sistem politik di indonesia.

Sistem Politik di Indonesia juga menggunakan media massa sebagai media dalam komunikasi politik. Tak hanya dalam berkampanye, iklan layanan masyarakat merupaka salah satu bentuk dari komunikasi politik. Media massa memiliki efek prososial kognitif, yaitu dengan adanya media massa masyarakat akan mendapatkan informasi atau pengetahuan yang dikehendaki. Misalnya dalam contoh diatas, iklan layanan masyarakat dapat menyampaikan informasi yang sebelumnya belum diketahui oleh masyarakat, berarti iklan tersebut telah menimbulkan efek prososial kognitif. Efek ini juga merupakan dampak dari komunikasi politik yang melalui media, dimana pesan yang disampaikan oleh sistem politik sampai kepada khalayak umum.




















daftar pustaka
Rakhmat, Jalaluddin. Psikologi Komunikasi. 2011. Jakarta: PT Remaja Rosdakarya
McNair, Brian. An Introduction to Political Communication. 2011. Britania Raya: Routledge
http://bellinasution.staff.unri.ac.id/files/2012/03/Materi-Kuliah-Kompol-1.pdf
http://wearesocial.com/blog/2017/02/digital-southeast-asia-2017

Comments