Ruang Lingkup Komunikasi Politik
Komunikasi Politik berlangsung di antara proses komunikasi dan proses politik dalam sebuah sistem politik. Menurut Meadow dalam Nimmo (2004) bahwa: "Political communication refers to any exchange of symbols or message that to a significant extent have been shaped by or have consequences for political system." Meadow menyatakan hal tersebut untuk mempertegas bahwa simbol-simbol atau pesan yang disampaikan secara signifikan dibentuk atau memiliki konsekuensi terhadap sistem politik. McNair (2003) menyatakan bahwa: "Political communication as pure discussion about the allocation of public resources (revenues), official authority (who is given the power to make legal, legislative and executive decision), and official sanctions (what the state reward or punishes)." McNair menjelaskan bahwa Komunikasi politik merupakan pembahasan mengenai dampak khalayak, badan ekskutif, dan badan yudikatif dalam sistem politik. Dapat disimpulkan bahwa Komunikasi Politik merupakan hal yang menyangkut mengenai sistem politik dan ilmu komunikasi yang memiliki dampak terhadap masyarakat hingga oknum politik.
Dalam Komunikasi Politik, Nimmo (1989) juga merumuskan ruang lingkup komunikasi politik yang mengacu pada konsep yang sudah dinyatakan oleh Laswell (1958), yaitu
1. Komunikator Politik
2. Pesan Politik
3. Persuasi Politik
4. Media Komunikasi Politik
5. Khalayak Komunikasi Politik
6. Akibat Komunikasi Politik
Ruang Lingkup Komunikasi Politik merupakan kriteria terjadinya Komunikasi Politik, apabila salah satu tidak ada maka Komunikasi Politik tidak akan sesuai pada semestinya. Untuk memperjelas setiap Ruang Lingkup Komunikasi Politik, berikut penjelasan setiap Ruang Lingkup Komunikasi Politik
1. Komunikator Politik
Dari kata Komunikator dapat kita ketahui bahwa orang atau kelompok orang yang menyampaikan pesan kepada komunikan. Berarti Komunikator Politik merupakan orang atau kelompok yang menyampaikan pesan politik. Dalam berbagai buku, Komunikator Politik merupakan para elit politik. Namun berkembangnya zaman, kalangan non-elit juga dapat menjadi Komunikator Politik.
2. Pesan Politik
Pesan Politik merupakan apa saja yang disampaikan oleh Komunikator Politik kepada Komunikan. Seperti halnya dalam Ilmu Komunikasi, Pesan diharap kan dapat menyampaikan pikiran. Pikiran-pikiran inilah yang dapat mempengaruhi hal-hal dalam sistem politik
3. Persuasi Politik
Untuk menyampaikan persuasi politik, dibutuhkan Komunikasi Politik. Persuasi Politik merupakan ajakan untuk memiliki massa pendukung yang luas. Persuasi Plitik dapat dilakukan melalui iklan, aktivitas lobby, dan kampanye.
4. Media Komunikasi Politik
Media yang digunakan untuk Komunikasi Politik sekarang sudah memiliki banyak ragam. Dari Media Cetak, Media Elektronik, hingga Media Online. Komunikator Politik menggunakan media yang tercepat, seperti media online, untuk memudahkan Komunikasi Poilitik dan penyampaian Pesan Politik terhadap komunikan.
5. Khalayak Komunikasi Politik
Khalayak Komunikasi Politik merupakan komunikan yang telah dibahas di atas. Khalayak Komunikasi Politik merupakan masyarakat umum yang tentunya terkena dampaknya dari Komunikasi Politik tersebut. Antara Komunikator Politik dan Khalayak Komunikasi Politik sudah memiliki dua arah komunikasi. Tidak lagi satu arah. Sehingga Khalayak Komunikasi Politik dapat juga ikut melakukan Komunikasi Politik. Sehingga Khalayak Komunikasi Politik juga dapat menjadi Komunikator Politik
6. Akibat Komunikasi Politik
Akibat atau efek Komunikasi Politik diharapkan adalah terciptanya pemahaman sistem pemerintahan dan partai-partai politik, di mana nuansanya akan berujung pada pemberian suara (vote) dalam pemilihan umum. Pemilihan umum sebagai bentuk Komunikasi Politik yang dapat menentukan siapa Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR, MPR, Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota hingga pada tingkat DPRD yang selanjutnya. Akibat Komunikasi Politik tentunya pernah terjadi pada sistem politik di Indonesia, seperti halnya pada Pemilu pertama pada tahun 1955, Masa Reformasi, hingga sidang paripurna pada tahun 2014. Merupakan Akibat Komunikasi Politik. Akibat dari Komunikasi Politik yang tidak baik dapat merusak sistem politik yang berlangsung. Maka dari itu, Komunikasi Politik harus dapat berjalan dengan baik guna memperlancar sistem politik.
Daftar Pustaka:
Ahmad, Nyarwi. 2012. Manajemen Komunikasi Politik dan Marketing Politik. Yogyakarta: Pustaka Zaman
Cangara, Hafied. 2009. Komunikasi Politik: Konsep, Teori, dan Strategi. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada
Setiawan, E. (2017). Arti kata komunikator - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online. [online] kbbi.web.id. Tersedia di: http://kbbi.web.id/komunikator [diakses pada Feb. 13 2017]
Muhammad, A. (2017). Komunikasi Politik dalam Pembangunan dan Perubahan Sosial. [online] KOMPASIANA. Tersedia di: http://www.kompasiana.com/desanomics/komunikasi-politik-dalam-pembangunan-dan-perubahan-sosial_57e0f5f3c923bd9f0d0b331e [diakses pada Feb. 13 2017].
Dalam Komunikasi Politik, Nimmo (1989) juga merumuskan ruang lingkup komunikasi politik yang mengacu pada konsep yang sudah dinyatakan oleh Laswell (1958), yaitu
1. Komunikator Politik
2. Pesan Politik
3. Persuasi Politik
4. Media Komunikasi Politik
5. Khalayak Komunikasi Politik
6. Akibat Komunikasi Politik
Ruang Lingkup Komunikasi Politik merupakan kriteria terjadinya Komunikasi Politik, apabila salah satu tidak ada maka Komunikasi Politik tidak akan sesuai pada semestinya. Untuk memperjelas setiap Ruang Lingkup Komunikasi Politik, berikut penjelasan setiap Ruang Lingkup Komunikasi Politik
1. Komunikator Politik
Dari kata Komunikator dapat kita ketahui bahwa orang atau kelompok orang yang menyampaikan pesan kepada komunikan. Berarti Komunikator Politik merupakan orang atau kelompok yang menyampaikan pesan politik. Dalam berbagai buku, Komunikator Politik merupakan para elit politik. Namun berkembangnya zaman, kalangan non-elit juga dapat menjadi Komunikator Politik.
2. Pesan Politik
Pesan Politik merupakan apa saja yang disampaikan oleh Komunikator Politik kepada Komunikan. Seperti halnya dalam Ilmu Komunikasi, Pesan diharap kan dapat menyampaikan pikiran. Pikiran-pikiran inilah yang dapat mempengaruhi hal-hal dalam sistem politik
3. Persuasi Politik
Untuk menyampaikan persuasi politik, dibutuhkan Komunikasi Politik. Persuasi Politik merupakan ajakan untuk memiliki massa pendukung yang luas. Persuasi Plitik dapat dilakukan melalui iklan, aktivitas lobby, dan kampanye.
4. Media Komunikasi Politik
Media yang digunakan untuk Komunikasi Politik sekarang sudah memiliki banyak ragam. Dari Media Cetak, Media Elektronik, hingga Media Online. Komunikator Politik menggunakan media yang tercepat, seperti media online, untuk memudahkan Komunikasi Poilitik dan penyampaian Pesan Politik terhadap komunikan.
5. Khalayak Komunikasi Politik
Khalayak Komunikasi Politik merupakan komunikan yang telah dibahas di atas. Khalayak Komunikasi Politik merupakan masyarakat umum yang tentunya terkena dampaknya dari Komunikasi Politik tersebut. Antara Komunikator Politik dan Khalayak Komunikasi Politik sudah memiliki dua arah komunikasi. Tidak lagi satu arah. Sehingga Khalayak Komunikasi Politik dapat juga ikut melakukan Komunikasi Politik. Sehingga Khalayak Komunikasi Politik juga dapat menjadi Komunikator Politik
6. Akibat Komunikasi Politik
Akibat atau efek Komunikasi Politik diharapkan adalah terciptanya pemahaman sistem pemerintahan dan partai-partai politik, di mana nuansanya akan berujung pada pemberian suara (vote) dalam pemilihan umum. Pemilihan umum sebagai bentuk Komunikasi Politik yang dapat menentukan siapa Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR, MPR, Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota hingga pada tingkat DPRD yang selanjutnya. Akibat Komunikasi Politik tentunya pernah terjadi pada sistem politik di Indonesia, seperti halnya pada Pemilu pertama pada tahun 1955, Masa Reformasi, hingga sidang paripurna pada tahun 2014. Merupakan Akibat Komunikasi Politik. Akibat dari Komunikasi Politik yang tidak baik dapat merusak sistem politik yang berlangsung. Maka dari itu, Komunikasi Politik harus dapat berjalan dengan baik guna memperlancar sistem politik.
Daftar Pustaka:
Ahmad, Nyarwi. 2012. Manajemen Komunikasi Politik dan Marketing Politik. Yogyakarta: Pustaka Zaman
Cangara, Hafied. 2009. Komunikasi Politik: Konsep, Teori, dan Strategi. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada
Setiawan, E. (2017). Arti kata komunikator - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online. [online] kbbi.web.id. Tersedia di: http://kbbi.web.id/komunikator [diakses pada Feb. 13 2017]
Muhammad, A. (2017). Komunikasi Politik dalam Pembangunan dan Perubahan Sosial. [online] KOMPASIANA. Tersedia di: http://www.kompasiana.com/desanomics/komunikasi-politik-dalam-pembangunan-dan-perubahan-sosial_57e0f5f3c923bd9f0d0b331e [diakses pada Feb. 13 2017].
Comments
Post a Comment